thank you…

Berawal dari lelahnya setelah menjadi Master of Ceremony suatu acara di kampung, aku duduk di samping suamiku yang tengah asyik bermain internet. Seketika aku duduk,suamiku bilang “tadi ada telpon dari mas Moko (adik bapakku), mbah Arjo meninggal”. Sontak aku berucap “Innalillahi wa Innailaihi Rooji’uun”.
Mbah Arjo adalah orang biasa, tidak ada ikatan darah dan bukan saudara dekat pula. Namun,ketika aku mendengar beliau dipanggil Allah SWT, pikiranku langsung melayang pada masa kecilku. Semasa kecil aku dirawat dan diasuhnya, sementara ibuku menunaikan tugasnya sebagai guru di sebuah sekolah menengah atas di Bantul. Meskipun Mbah Arjo banyak dibilang orang berwatak galak, tetapi perlakuannya kepadaku, kakakku, dan adikku tidak seperti yang orang bilang. Bahkan sampai aku menginjak sekolah, aku kadang mampir ke rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu, yang apabila malam dan hujan dingin akan menusuk sampai tulang. Di rumahnya yang pasti aku lakukan adalah meminta minum yang disimpan dalam kendi. Oh, segarnya ketika mereguk air kendi. Kadanga aku juga disuruhnya makan dengan lauk seadanya. Mungkin aku sudah dianggapnya sebagai cucunya sendiri. Maklum beliau sudah menikah namun tidak dikaruniai seorang putra pun. Suaminya sudah lama meninggal, dan beliau tinggal seorang diri di rumah itu. Rumah yang beralaskan tanah dan aku merasakan hawa dingin di dalamnya.
Yang selalu terkesan dari beliau, semenjak aku sudah sibuk dengan kuliah dan sekarang aku sudah bekerja, aku sudah mulai melupakan beliau. Namun, ketika aku menjenguknya, memberikan beliau sedikit oleh-oleh, dia merasa senang sekali. Setiap kali aku menyambangi beliau, tak lupa doa untuk kesuksesan dan kebahagiaanku selalu terucap dari bibirnya. Alhamdulillah sekarang aku sudah menjadi orang yang cukup sukses (menurutku) dalam pekerjaan dan berumah tangga. TERIMAKASIH Mbah Arjo, atas kasih sayang dan do’a nya. Selamat jalan, selamat memasuki surga yang telah dijanjikan Allah kepada umatnya atas ibadah dan ketaqwaannya. Semoga amal kebaikan semasa beliau hidup di dunia dapat menghantarkan arwah Mbah Arjo untuk menghadap Illahi Robb…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.